Haji adalah pilar kelima dalam Islam. Haji bukan hanya ibadah ritual. Haji adalah manifestasi terbesar dari persatuan umat Islam. Jutaan Muslim dari berbagai negara berkumpul. Mereka berkumpul di satu tempat. Mereka berkumpul di Mekah. Semua beribadah dengan cara yang sama.
Saat berhaji, tidak ada perbedaan. Tidak ada perbedaan ras. Tidak ada perbedaan bahasa. Tidak ada perbedaan status sosial. Semua jamaah haji memakai pakaian ihram yang sama. Pakaian ini melambangkan kesetaraan. Di hadapan Allah, semua manusia adalah sama.
Tawaf, mengelilingi Ka’bah, adalah simbol persatuan. Jutaan orang bergerak dalam satu arah. Mereka bergerak dalam satu lingkaran. Mereka mengelilingi rumah Allah. Gerakan ini menunjukkan ketaatan. Gerakan ini menunjukkan satu tujuan.
Wukuf di Padang Arafah adalah puncak dari persatuan umat Islam. Pada hari itu, semua jamaah haji berkumpul. Mereka berdiri di tempat yang sama. Mereka berdoa untuk hal yang sama. Mereka memohon ampunan. Ini adalah momen yang paling mengharukan. Momen yang penuh kebersamaan.
Setelah wukuf, para jamaah haji menuju Mina. Mereka melontar jumrah. Melontar jumrah adalah simbol perlawanan. Perlawanan terhadap setan. Aksi ini dilakukan bersama-sama. Ini adalah bukti bahwa persatuan umat Islam adalah kekuatan. Kekuatan untuk melawan segala godaan.
Ibadah haji adalah kesempatan untuk menjalin persaudaraan. Jamaah haji dari berbagai negara bertemu. Mereka berbagi cerita dan pengalaman. Ikatan ukhuwah Islamiyah terjalin erat. Jalinan ini tidak akan pernah putus. Ini adalah hadiah dari haji.
Persatuan umat Islam yang terlihat saat haji adalah cerminan dari ajaran Islam. Islam mengajarkan persaudaraan. Islam mengajarkan cinta kasih. Islam mengajarkan perdamaian. Haji adalah bukti bahwa ajaran ini bisa diterapkan. Ajaran ini bisa diwujudkan.
Haji adalah pengingat. Pengingat bahwa kita semua adalah satu keluarga. Satu keluarga di bawah naungan Islam. Haji adalah bukti bahwa di tengah perbedaan, kita tetap bisa bersatu. Persatuan dalam iman. Persatuan dalam tujuan.