Isu lingkungan hidup kini menjadi perhatian utama, dan pesantren turut mengambil peran dalam aksi nyata. Pondok Pesantren Darul Mifathurrahmah meluncurkan sebuah buku panduan berjudul “Jihad Santri Merawat Bumi,” yang berfokus pada Pengelolaan Sampah berkelanjutan. Inisiatif ini menandai dimulainya Jihad Santri kontemporer, di mana menjaga kelestarian alam dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari ibadah dan tanggung jawab keagamaan. Peluncuran buku ini merupakan wujud nyata kontribusi pesantren terhadap isu-isu ekologis.
Istilah Jihad Santri yang digunakan oleh Darul Mifathurrahmah diartikan sebagai perjuangan sungguh-sungguh untuk merawat lingkungan. Dalam konteks pesantren, perjuangan ini diwujudkan melalui disiplin ketat dalam memilah, mengurangi, dan mendaur ulang sampah. Buku panduan yang diluncurkan menjadi kurikulum praktis yang mengintegrasikan ajaran Islam tentang kebersihan (thaharah) dan pemeliharaan alam (hifzhul bi’ah) dengan teknik modern Pengelolaan Sampah. Santri dilatih untuk mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos dan sampah anorganik menjadi produk kerajinan atau barang bernilai ekonomi.
Darul Mifathurrahmah menyadari bahwa volume sampah di pesantren sangat besar. Oleh karena itu, program Pengelolaan Sampah ini dimulai dari internal, dengan menciptakan sistem pemilahan di setiap asrama dan dapur umum. Santri membentuk tim Green Heroes yang bertugas mengedukasi rekan-rekan mereka dan memonitor pelaksanaan program. Jihad Santri ini tidak hanya membersihkan lingkungan pesantren, tetapi juga memberikan keterampilan praktis dan kesadaran lingkungan yang akan dibawa santri ke tengah masyarakat kelak.
Penerbitan buku panduan oleh Darul Mifathurrahmah ini bertujuan untuk menyebarkan semangat Jihad Santri ke pesantren-pesantren lain dan masyarakat luas. Buku ini memuat langkah-langkah praktis Pengelolaan Sampah yang dapat diterapkan di berbagai skala, dilengkapi dengan dalil-dalil agama yang mendukung pentingnya konservasi alam. Dengan adanya panduan ini, Darul Mifathurrahmah berharap dapat menginspirasi lahirnya gerakan Green Pesantren yang lebih masif, membuktikan bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan yang relevan dalam menjawab tantangan global, terutama dalam merawat bumi.