Keselamatan transportasi umum merupakan tanggung jawab besar yang melibatkan kesiapan armada dan, yang paling utama, kondisi fisik pengemudinya. Faktor manusia sering kali menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya, terutama yang berkaitan dengan kelelahan atau gangguan fungsi sensorik. Menyadari risiko tinggi yang dihadapi oleh para pengguna jalan, lembaga Darul Mifathurrahmah meluncurkan inisiatif keamanan transportasi dengan mengusung prinsip Safety First. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap awak angkutan memiliki standar kesehatan yang mumpuni sebelum melakukan perjalanan jauh, guna memberikan rasa aman bagi penumpang dan seluruh pengguna jalan lainnya.
Kegiatan inti dari program ini adalah pelaksanaan skrining mata secara menyeluruh bagi para pengemudi angkutan antarkota dan antarprovinsi. Mata merupakan instrumen paling krusial bagi seorang pengemudi untuk mengidentifikasi rambu, memperkirakan jarak, dan merespons situasi darurat dengan cepat. Banyak pengemudi yang karena beban kerja tinggi, mengabaikan keluhan penglihatan seperti pandangan kabur di malam hari (rabun senja) atau berkurangnya ketajaman visual akibat katarak dini. Tim medis dari Darul Mifathurrahmah melakukan pemeriksaan tajam penglihatan, tes buta warna, hingga pemeriksaan tekanan bola mata untuk mendeteksi risiko glaukoma yang dapat menyebabkan penyempitan lapang pandang secara permanen.
Fokus sasaran program ini adalah para sopir bus yang memiliki jam kerja panjang dan sering kali harus mengemudi dalam kondisi cahaya yang minim atau cuaca buruk. Kelelahan mata akibat fokus terus-menerus pada jalanan dapat menurunkan kecepatan reaksi saraf motorik. Melalui pemeriksaan yang dilakukan di terminal-terminal utama, Darul Mifathurrahmah memberikan layanan akses kesehatan yang mudah dijangkau oleh para kru bus di sela-sela waktu istirahat mereka. Jika ditemukan pengemudi yang membutuhkan kacamata koreksi atau tindakan medis lebih lanjut, lembaga memberikan rujukan dan bantuan agar masalah tersebut segera tertangani sebelum mereka kembali memegang kemudi untuk perjalanan berikutnya.
Penyelenggaraan program ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para pemilik perusahaan otobus dan otoritas transportasi setempat. Kesadaran bahwa penglihatan yang sehat adalah kunci keselamatan kerja mulai tumbuh di kalangan komunitas pengemudi. Selain pemeriksaan fisik, Darul Mifathurrahmah juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga durasi tidur dan nutrisi yang baik untuk kesehatan mata, seperti konsumsi vitamin A yang cukup. Pengemudi diajarkan untuk melakukan senam mata sederhana saat berhenti di rest area guna mengurangi ketegangan otot mata. Langkah-langkah kecil ini, jika dilakukan secara konsisten, akan memberikan dampak besar pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh faktor penglihatan.