Partisipasi santri dalam Lomba Desain Grafis Pesd ini menunjukkan pergeseran paradigma yang sangat positif di lingkungan pendidikan Islam. Jika dulu santri identik dengan pena dan kitab kuning, kini mereka juga mahir mengoperasikan perangkat lunak desain kelas industri. Kemampuan menyusun tata letak, memilih tipografi yang tepat, hingga memadukan komposisi warna adalah keterampilan baru yang sangat dibutuhkan di era industri kreatif. Lomba ini memberikan panggung bagi mereka untuk membuktikan bahwa nilai-nilai spiritualitas dapat dikemas dengan cara yang sangat menarik tanpa harus kehilangan esensi religiusitasnya.
Salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah bagaimana menciptakan syiar kreatif yang mampu bersaing dengan konten-konten populer lainnya di media sosial. Para peserta ditantang untuk menerjemahkan ayat-ayat Al-Quran, hadits, atau nasihat ulama ke dalam bentuk poster, infografis, hingga aset digital yang informatif. Dengan pendekatan ini, pesan agama tidak lagi terasa berat atau membosankan, melainkan menjadi sesuatu yang sejuk dan mudah dipahami. Kekuatan gambar sering kali lebih efektif daripada seribu kata, terutama bagi audiens yang memiliki rentang perhatian yang pendek di platform digital.
Estetika yang diusung dalam karya-karya santri Pesd ini sangat kental dengan nuansa visual kekinian. Mereka tidak ragu untuk bereksperimen dengan gaya minimalis, flat design, hingga penggunaan ilustrasi vektor yang sedang tren. Penggunaan elemen visual yang modern ini bertujuan untuk menghilangkan jarak antara pesantren dan masyarakat urban. Santri belajar bahwa untuk bisa didengar, mereka harus memahami bahasa visual yang digunakan oleh audiens mereka. Kreativitas ini menjadi senjata ampuh untuk melawan narasi-narasi negatif di internet dengan konten yang positif dan estetik.
Proses penjurian dalam lomba ini juga melibatkan para profesional di bidang desain, sehingga standar kualitas yang ditetapkan sangat tinggi. Santri diajarkan tentang pentingnya hak cipta, orisinalitas ide, dan bagaimana sebuah karya desain dapat memengaruhi psikologi pembaca. Pengalaman ini memberikan wawasan profesional yang sangat berharga bagi masa depan karir mereka. Banyak dari peserta yang akhirnya menyadari bahwa keahlian desain grafis bisa menjadi jalan dakwah sekaligus profesi yang menjanjikan di masa depan, asalkan dikelola dengan integritas dan semangat inovasi yang tiada henti.