Suasana kekhusyukan melingkupi masjid ponpes darul mifathurrahmah saat ratusan santri berkumpul memperingati malam Nisfu Sya’ban dengan ikhlas. Agenda rutin tahunan ini diisi dengan pembacaan Surat Yasin sebanyak tiga kali yang dilanjutkan doa memohon panjang umur, keberkahan rezeki, dan ketetapan iman. Seluruh jemaah larut dalam ketenangan batin seraya menyerahkan diri dan memohon ampunan atas segala kesalahan yang telah lalu.
Peringatan malam Nisfu Sya’ban menjadi momen krusial bagi jemaah untuk mempersiapkan mental serta spiritual menjelang kedatangan bulan suci Ramadan. Pengasuh pesantren memimpin langsung jalannya istighosah dan zikir bersama yang bergema merdu di seluruh penjuru kompleks lembaga. Kebersamaan dalam ibadah ini memperkuat tali persaudaraan antar-santri serta membangun atmosfer religius yang sangat kental dan menenteramkan.
Pengajian khusus keutamaan bulan Sya’ban disampaikan oleh ulama senior yang mengupas berbagai keistimewaan amalan di bulan yang sering dilalaikan manusia. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa bulan Sya’ban merupakan waktu diangkatnya catatan amal perbuatan manusia ke hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas puasa sunnah, sedekah, dan bacaan Al-Qur’an sangat dianjurkan sebagai bentuk kesiapan diri.
Santri menyimak dengan penuh perhatian setiap penjelasan mengenai hikmah perubahan arah kiblat yang juga terjadi pada bulan mulia ini. Pemaparan nilai sejarah tersebut membuka wawasan santri mengenai pentingnya ketaatan tanpa ragu terhadap seluruh perintah dan ketetapan Ilahi. Diskusi keagamaan berlangsung hangat pada sesi tanya jawab seputar tatacara menghidupkan malam-malam mulia sesuai petunjuk para ulama mu’tabar.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan salat malam berjemaah dan pemanjatan doa khusus keselamatan bagi bangsa dan kesejahteraan umat Islam dunia. Rasa haru tampak menyelimuti wajah para santri saat memanjatkan permohonan agar diberikan kekuatan dalam menjalani aktivitas menuntut ilmu agama. Kegiatan spiritual ini menjadi sarana penyeimbang antara kesibukan akademik harian dengan kebutuhan penyucian jiwa santri.
Melalui kegiatan ini, kesadaran spiritual santri diharapkan terus meningkat sehingga siap menyambut bulan Ramadan dengan kebersihan hati yang optimal. Kebiasaan beribadah secara intensif selama bulan Sya’ban menjadi pondasi kuat bagi pembentukan karakter santri yang konsisten dalam kebaikan. Seluruh rangkaian ibadah ditutup dengan ramah tamah yang mempererat kehangatan kekeluargaan di pesantren.