Pemberdayaan ekonomi dan pembekalan keahlian praktis menjadi fokus penting dalam melengkapi pendidikan karakter di pesantren. Penyelenggaraan pelatihan keterampilan teknik las listrik bagi santri tingkat akhir menjadi sarana nyata untuk menyiapkan lulusan yang mandiri dan siap kerja. Program ini membekali santri dengan pengetahuan teori metrologi, keselamatan kerja, serta praktik pengelasan logam berstandar industri. Melalui bimbingan instruktur profesional, santri dilatih menguasai teknik penyambungan besi dan pembuatan konstruksi logam secara presisi dan aman.
Materi awal pelatihan difokuskan pada pemahaman standar keselamatan dan kesehatan kerja di bengkel las. Santri diwajibkan menggunakan alat pelindung diri lengkap seperti topeng las, sarung tangan kulit, dan pakaian pelindung guna mencegah paparan sinar ultraviolet serta percikan api. Pengenalan jenis-jenis mesin las, pengaturan arus listrik, serta karakteristik kawat las menjadi pengetahuan dasar yang wajib dikuasai sebelum santri melakukan praktik penyambungan logam langsung di bengkel.
Dalam sesi praktik pelatihan keterampilan ini, santri diajarkan membuat berbagai jenis sambungan logam mulai dari posisi rata hingga posisi sudut. Ketelitian santri diuji dalam menghasilkan alur las yang rapi, kuat, dan bebas dari cacat struktur penyambungan. Latihan berulang dilakukan untuk membuat berbagai produk terapan seperti pagar rumah, kanopi, serta kanopi besi yang memiliki nilai jual tinggi di pasar lokal.
Selain kecakapan teknis pengelasan, santri juga dibekali dengan pengetahuan manajemen usaha kecil dan kalkulasi biaya produksi. Santri diajarkan cara menghitung kebutuhan bahan baku, estimasi waktu pengerjaan, hingga penentuan harga jual produk yang kompetitif. Pembekalan kewirausahaan ini bertujuan agar para santri kelak mampu membuka bengkel las mandiri atau membentuk koperasi usaha berbasis alumnus pesantren di daerah mereka masing-masing.
Integrasi antara kemandirian keahlian teknik dan keteguhan akhlak keagamaan membuat lulusan pesantren ini memiliki keunggulan komparatif di dunia kerja. Mereka tidak hanya dikenal jujur dan pekerja keras, tetapi juga memiliki keahlian mekanis yang dibutuhkan oleh industri modern. Penyelenggaraan pelatihan keterampilan ini sukses membuktikan bahwa pesantren mampu melahirkan wirausahawan muda yang kompeten, produktif, serta berdaya saing tinggi.